Every Day is A New Day

“You can become blind by seeing each day as a similar one. Each day is a different one, each day brings a miracle of its own. It's just a matter of paying attention to this miracle.”

Surat Untuk Anakku

Aku tuliskan surat ini atas nama rindu
yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Sebelum kulanjutkan,
bacalah surat ini
sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang anak.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu
dulu belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta.
Sebuah cinta yang telah terasakan
bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul
dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah Nak,

Secrets of Stay-at-Home Dads – Kartini Day

Taken From : http://www.thejakartaglobe.com/lifeandtimes/secrets-of-stay-at-home-dads/370506

In observance of Kartini Day, which celebrates the legendary Indonesian heroine who led the struggle for women’s equality, it seemed fitting to talk to husbands whose wives are pursuing careers, while they take on the childcare and house chores that have traditionally been carried out by women.

It’s 10 a.m., and Eric, 31, is picking up his 3-year-old daughter from her preschool in Kelapa Gading, North Jakarta. On his back, Eric carries an ill-fitting light blue backpack full of diapers and other child-rearing apparatus — some of which are sticking out of the bag, thanks to a broken zipper. His right hand is holding on to today’s newspaper, while in his left, Eric clutches a doll in the shape of a character from the well-known Japanese animated series “Naruto.”

Kiat Kiat Dalam Memilih Rumah

  1. Lakukan survey secara mendetail tentang perumahan yang akan kita beli. Survey bisa dilakukan baik melalui Internet atau survey lapangan. Buat komparasi, scoring, dan analisa berdasarkan parameter dan spesifikasi rumah yang kita inginkan.
  2. Pemilihan rumah sendiri bisa menggunakan beberapa parameter, misalnya seperti di bawah.
    • Posisi di dalam atau di luar cluster. Untuk keluarga muda yang masih memiliki anak kecil, pilihan rumah di dalam cluster lebih memudahkan dalam manajemen anak. Di dalam cluster juga relatif lebih aman karena biasanya ada satpam cluster yang menjaga arus keluar masuk mobil dan barang.
    • Kedekatan dengan taman
    • Arah hadap rumah (timur, selatan, barat, utara). Ingat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Sesuaikan apakah kita ingin mendapatkan matahari pagi atau sore, demikian juga dengan matahari dari depan, belakang, samping kanan atau kiri rumah kita.
    • Posisi di hook yang ada kelebihan tanah atau tidak. Ketersediaan sisa tanah dan letak rumah di hook (pinggir) memungkinkan kita dengan mudah merenovasi rumah. Konsekuensinya adalah harganya yang relatif lebih mahal

Love Letter From God

Saat kau bangun dipagi hari,
Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu,
walaupun hanya sepatah kata untuk
meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas
sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu
kemarin tetapi aku melihat engkau begitu sibuk
mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.
Aku kembali menanti.

The Present Moment

Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment. BUDDHA

Quote of the Day

Mereka yang bertahan biasanya adalah mereka yang tak punya pilihan

RENUNGAN INDAH – W.S. RENDRA

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milik-ku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....