Aku tuliskan surat ini atas nama rindu
yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Sebelum kulanjutkan,
bacalah surat ini
sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang anak.
Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu
dulu belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta.
Sebuah cinta yang telah terasakan
bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul
dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.
Meskipun demikian, ketahuilah Nak,